You Tube, Fenomena Dalam Industri Musik Modern

Posted: August 16, 2011 in Artikel Muzic

Jeli dalam menemukan bakat serta menjalankan strategi pemasaran yang tepat guna menangani promosi di belantika industri musik dimana pun di dunia ini, merupakan langkah penting dan wajib dijalankan oleh para pelaku dan pengusung-nya untuk bisa meraup keuntungan sekaligus menggapai puncak ketenaran.

Tidaklah janggal, jika dalam proyek tertentu para produser musik berani mengeluarkan biaya promosi yang justru jauh lebih besar ketimbang biaya produksinya. Keberanian para produser tersebut tentunya didasari pertimbangan matang dalam mencari bakat, memasarkan serta menilai kreatifitas yang diciptakan oleh para pengusung produksi, dengan senantiasa mengamati keinginan pasar. Untuk menyempurnakan hal tersebut para produser biasanya dibantu oleh beberapa tenaga khusus seperti Talent Scout (Pencari Bakat) maupun Marketing Manager yang dituntut untuk senantiasa mengikuti perkembangan tren pasar musik global untuk selanjutnya menggunakan fasilitas media elektronik, cetak dan off air (panggung hiburan) sebagai sarana untuk memperkenalkan artis-artis mereka kepada masyarakat luas.

Alhasil di era awal pertumbuhan musik modern di dunia, peranan seorang Talent Scout maupun Marketing Manager begitu penting dalam menentukan artis yang akan diproduksi oleh sebuah label rekaman. Tidak jarang untuk label tertentu posisi Talent Scout maupun Marketing Manager seakan lebih penting untuk “didekati” oleh para calon artis demi menaikkan karirnya, ketimbang posisi seorang produser itu sendiri.

Namun ketika musik industri memasuki era pasca millennium dimana “wabah” internet merambah dunia dengan begitu cepat, peranan para Talent Scout dan Marketing Manager sepertinya tinggal menunggu waktu saja untuk dapat disebut “hilang” sama sekali setelah pada Februari 2005 tiga serangkai mantan pegawai perusahaan jasa pembayaran internet, PAYPAL, yang berdomisili di California Amerika Serikat yaitu Chad Hurley, Steve Chen, and Jawed Karim “mengguncang” dunia melalui karya penemuan mereka berupa sarana publikasi video internet yang terkenal dengan sebutan YOU TUBE.

Dari markasnya di 901 Cherry Ave,San Bruno, California, Amerika Serikat, Chad, Steve dan Jawed merancang penemuannya tersebut sebagai sarana “praktis” bagi para pengguna fasilitas dunia maya untuk dapat berbagi visi hasil pengambilan video di antara para pengguna internet lain dimanapun secara cuma-cuma, melalui situs, http://www.youtube.com. Mereka juga melakukan sistem pendataan akurat (show video statistic) untuk menghitung berapa banyak pemirsa yang menyaksikan sebuah tayangan video setelah diungga. Artinya para pembuat video atau produser tidak perlu lagi menggunakan cara penghitungan prakiraan rata-rata jumlah peminat. Dari situ para produser dapat dengan mudah melakukan langkah strategi pemasaran berdasarkan petimbangan jumlah viewer yang terpampang di halaman web. Sementara itu siapapun dapat menjadi pencari bakat dengan hanya meng-“klik” http://www.youtube.com untuk selanjutnya memilih kategori video terbaru dari para pengunggah. Tidak hanya pelaku bidang musik seperti salah satunya adalah penyanyi belia kelahiran Ontario Canada, Justine Bieber, yang berhasil meraih ketenaran sekaligus meraup keuntungan finansial yang besar melalui sarana You Tube, namun orang-orang iseng seperti pria asal Perancis, Remi Gaillard, juga berhasil menjadi sosok pria tersohor dengan merekam dan menyebar luaskan hasil video keusilannya yang “lebay” tersebut melalui You Tube.

Masih banyak calon artis “dadakan” lain yang dengan sengaja atau tidak sengaja menggunakan fasilitas You Tube sebagai sarana “narsisme” mereka yang menguntungkan. Di negara kita efisiensi You Tube sebagai sarana pemasaran dan promosi gratis secara luas, telah dibuktikan oleh beberapa kalangan masyarakat, seperti yang pernah dilakukan dua orang mahasiswi asal Bandung, Sinta dan Jojo, yang mendadak jadi terkenal hanya karena mengunggah video mereka berdua saat menyanyikan secara lip-sync lagu dangdut koplo “Keong Racun”. Belum lagi seorang anggota Polri berpangkat Brigadir Polisi Satu (Briptu) bernama Norman Kamaru, yang perilakunya sempat direkam melalui kamera video ponsel milik rekannya saat iseng-iseng melakukan lip-sync lagu India “Chaiyya Chaiyya” dengan gerak dan gaya ala artis Bollywood Shahrukh Khan, dimana hal tersebut cukup mengundang beragam reaksi dari masyarakat kita pada umumnya. Dan yang paling menggelikan adalah bagaimana tingkah seseorang yang menamakan dirinya, Udin Sedunia, dalam mengekspresikan perilakunya melalui video yang diunggah melalui sarana You Tube.

So.. Siapa lagi yang akan mengikuti jejak mereka???, mari kita tunggu artis-artis youtube fenomenal berikutnya.

Sumber: uncluster.com

Isi Komentar Anda Sebelum Gue Paksa !!! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s