Album Perdana Social Black Yelling “Mankind Under Condemnation”

Posted: October 16, 2011 in Artikel Muzic, Fresh Album

SBY dimaksud bukanlah Presiden RI. SBY ini adalah singkatan dari Social Black Yelling, sebuah band beranggotakan lima anak muda berusia rata-rata 21 tahun yang mengusung langgam thrash metal.

Mankind Under Condemnation—dalam bahasa Indonesia berarti “manusia di bawah kutukan”—menjadi album perdana Social Black Yelling setelah memperkenalkan diri pada scene musik lokal underground sejak tahun 2007.

“Album Mankind Under Condemnation itu ceritanya tentang tragedi Trisakti hanya saja tidak secara spesifik kita bicarakan. Jadi Mankind Under Condemnation ini menggambarkan bahwa umat manusia tidak sedang baik-baik saja dan sebenarnya dunia ini jahat,” kata gitaris Social Black Yelling, Muhammad Hanifan Bintang atau biasa disapa dengan nama Boni, yang saat ini masih menjadi mahasiswa dari Universitas Trisakti.

Tema ketidakadilan yang mereka angkat dengan tragedi Trisakti sebagai ikonnya itu pun terilustrasikan pada sampul album. Kawasan Grogol yang identik dengan kampus tersebut digambarkan hancur lebur dalam idiom kartun sederhana, lengkap dengan papan petunjuk jalan ke arah Slipi yang roboh menimpa sebuah mobil. Sementara, orang-orang diilustrasikan telah berubah menjadi zombi.

Vokalis M. Fardhani Ismail, atau biasa dipanggil Bucay, yang menulis semua lirik di dalam album ini mengaku memang memiliki ketertarikan pada isu-isu sosial politik. “Nama band kami saja Social Black Yelling. Jadi kami membicarakan soal sosial lah,” kata Bucay.

Gue melihat di Jakarta banyak orang kaya, tapi kalau elo melihat agak ke pinggir Jakarta itu pasti ada yang [hidup] kekurangan. Gue memang berasal dari kelas yang berada, tapi gue kesal dengan ketidakseimbangan antara yang kaya dan yang miskin di negara ini,” imbuh Bucay.

Maka akhirnya dirilislah album berisi 8 track yang direkam di studio milik Didi Crow [Roxx]. Didi yang bertindak sebagai sound engineer album ini diakui oleh Boni sangat membantu pengerjaan album Mankind Under Condemnation. “Dia banyak memberi masukan saat kami take. Mana yang terdengar enak, mana yang nggak enak,” kata Boni.

Peluncuran album itu berlangsung di kafe Lumbung Padi, Jakarta Selatan. Dibuka oleh penampilan tujuh band lokal yaitu: band industrial Supersucks, band Bogor pengusung power metal Nagantaka, band thash metal dengan empat personel perempuan Lilith Project, band death metal yang digawangi vokalis Daniel [Deadsquad] Abolish Conception, band thrash metal Lucretia, band melodic death metal yang bertenaga Ozryel dan band death metal Catharsis.

Social Black Yelling selaku tuan rumah menjadi pemungkas acara. Mereka membawakan semua lagu dari Mankind Under Condemnation dengan performa yang sungguh prima. Tersimak musikalitas mereka bisa disejajarkan dengan band thrash metal revival kelas Wacken semacam Warbringer. Permainan melodi dari tangan duo gitaris Boni dan Mamvaluchi Aryun yang saling bersahut-sahutan pun membuat mereka tidak terlihat seperti masih berusia duapuluhan awal.

Line-up Social Black Yelling saat ini adalah vokalis M. Fardhani Ismail, gitaris Mamvaluchi Aryun dan Muhammad Hanifan Bintang, pemain bass Nizar Hilmi Mazkuri dan pemain drum Yahya Prabokusumo.

Dari berbagai sumber

Comments
  1. Abed Saragih says:

    kunjungan dan komentar balik ya gan

    salam perkenalan dari

    http://diketik.wordpress.com

    semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.

Isi Komentar Anda Sebelum Gue Paksa !!! :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s